 |
| Kerajinan dari barang bekas (Gelas minuman bekas ) |
"Gelas Bekas Jangan Dibuang !" inilah kalimat yang sering terdengar dari
warga di kecamatan Moyo Hilir saat ini. Begaimana tidak, kini warga
sedang digandrungi oleh kebiasaan mengumpulkan gelas bekas minuman.
Tapi, bukan berarti mereka berubah kebiasaan menjadi pemulung.
Gelas-gelas bekas ini nantinya akan diolah/dirangkai menjadi berbagai
macam kerajinan unik yang sangat indah dan bernilai rupiah.
 |
| Setelah dirangkai menjadi lembaran |
Bermula
dari tangan terampil ibu-ibu di desa Moyo dan Moyo Mekar gelas-gelas
bekas minuman seperti Teh Rio, Mount Tea, dan lain-lain kemudian diambil
bagian atasnya (bagian mulut) kemudian dianyam menjadi
lembaran-lembaran (seperti pada gambar). Lembaran-lembaran tersebut
kemudian dirangkai lagi sehingga menjadi aneka macam kerajinan. Seperti
tas,
keranjang sayur, dompet, penutup galon, keranjang tempat cucian dan
lain-lain.
Semula, hanya beberapa orang saja yang bisa membuat kerajinan ini.
Namun, karena hasil dari kerajinan ini yang terlihat sangat unik dan
pembuatannya pun tidak sulit. hampir semua ibu-ibu kini larut dan
menekuni kegiatan ini. Ada ibu-ibu yang hanya membuat kerajinan untuk
menjadi koleksi probadi saja ada pula yang mampu melihat peluang ini
menjadi bernilai rupiah. Sebut saja Ibu Mariatil dan Suhaimi warga desa
Moyo yang sangat tekun membuat kerajinan ini. Dari hasil kerajinannya
mereka bisa memperoleh lima puluh ribu rupiah hingga seratus ribu rupiah
dari satu buah kerajinan keranjang berukuran sedang sampai keranjang
ukuran besar.
 |
Gelas bekas diambil bagian atasnya kemudian dirangkai menjadi lembaran |
Untuk membuat satu keranjang saja, ia menghabiskan 100 hingga 150 gelas
bekas saja. Gelas-gelas ini pun ia dapatkan dengan sangat mudah
(awalnya). Karena setiap hari anaknya yang masih berusia sekolah selalu
membawa pulang gelas bekas yang dipungut di jalan-jalan. Jika bahan
sudah terkumpul, maka untuk merangkainya menjadi keranjang atau
kerajinan lain hanya membutuhkan satu hingga dua hari saja. "Tapi,
sekarang gelas-gelas bekas tidak lagi sembarangan terlihat di jalanan
karena menjadi incaran banyak orang, candanya".
Dari kerajinan barang bekas ini ternyata cukup menyita perhatian warga
pada pameran pembangunan yang digelar bersama dengan Pestival Moyo
beberapa waktu yang lalu. Terbukti dengan banyaknya tas/keranjang dari
warga yang terjual pada stan PKK Kab. Sumbawa. Bahkan menurut informasi
yang kami dapatkan kerajinan ini telah merambah hingga ke pulau lombok
dan kabupaten lain di NTB
0 komentar:
Posting Komentar